Revolver - Working In Background"), auto;}

Minggu, 22 November 2015



MATA UANG YANG PALING BERHARGA ADALAH WAKTU

Manusia telah berubah menjadi robot
Setiap manusia mendambakan kehidupan yang dinamis dan menyenangkan . namun ,ketika melihat kenyataan yang ada,hampir 95% orang masih hidup dalam keadaan terpenjara.

 Mereka terpenjara oleh rutinitas pekerjaan mereka . bangun pukul 6 pagi,berangkat kerja pukul 7 pagi,pulang kerja pukul 5 sore,terjebak macet 2 jam dan terus mengulanhi hal yang sama setiap hari.
Tanpa mereka sadari anak mereka mulai tumbuh dewasa,kulit mereka sudah menjadi keriput,dan mereka sudah berusia 65 tahun.mereka terlalu sibuk bekerja dan kehilangan waktu untuk bersama orang-orang yang meraka cintai.

 Mereka kehilangan masa pertumbuhan anak-anak mereka. Mereka kehilangan teman-teman terbaik. Mereka tidak terlihat lagi seperti manusia ,mereka lebih terlihat seperti robot yang telah di program untuk melakukan kegiatan yang sama berulang-ulang. 

Uang yang sudah hilang dapat dicari kembali,tapi waktu yang sudah hilang tidak dapat dibeli kembali.

Sumber


BERUBAH ITU BERESIKO TAPI LEBIH BERISIKO LAGI JIKA TIDAK BERUBAH

Siapa yang tidak ingin berubah menjadi lebih baik? Semua orang jika ditanya dengan pertanyaan ini pasti akan menjawab ingin berubah. Namun kenyataan berkata lain. Masih sangat banyak orang yang hanya berhenti sampai keinginan saja,tidak benar benar mengupayakan perubahan itu. Pertanyaannya mengapa orang ingin berubah namun tetap tidak berubah? Jawabannya adalah mereka terperangkap dan terjebak dalam zona nyaman.

Banyak orang berfikir bahwa orang yang terjebak dalam zona nyaman adalah orang yang sudah memiliki segalanya . punya rumah mewah,punya mobil banyak,uang berlimpah. Ternyata tidak demikian . orang yang tidak punya apa-apa pun bisa terpenjara didalam zona nyaman mereka. Coba anda lihat berapa banyak orang yang memiliki gaji standar UMR bahkan kurang. Kadang gaji mereka hanya untuk makan saja.

 Mereka tetap tidak berani keluar dari zona nyaman mereka. Mereka berfikir setidaknya mereka sudah memiliki gaji yang pasti ,walaupun kecil ,mereka menerima gaji yang pasti .kalau mereka mencoba yang lain ,semua penuh ketidakpastian. Jika mereka keluar dari pekerjaan dan berusaha sendiri,hasilnya tidak pasti. Mereka lebih nyaman dengan kondisi saat ini yang yang pas-pasan,yang penting pasti. Mereka sudah terjebak dalam zona nyaman mereka.


Sumber

Senin, 19 Oktober 2015


MANUSIA MODERN DAN BUDAYA KETIMURAN DI INDONESIA


Sebelum masuk ke Manusia Modern ada baiknya kita mengetahui apa definisi manusia tersebut.

Manusia menurut saya adalah salah satu ciptaan tuhan yang paling sempurna dari makhluk lainnya,karena manusia diberikan kelebihan berupa akal pikiran dan perasaan yang tidak dimiliki makhluk lainnya seperti hewan,tumbuhan ,dll.

Tetapi terkadang kita sering melihat manusia bertindak seperti binatang ,maksudnya disini mereka tidak berfikir dengan akal pikirannya apa yang dia lakukan karena kebanyakan dari mereka hanya memikirkan kesenangan semata . Manusia sekarang ini seperti kaum Hedonis atau hanya memikirkan kepuasan semata tanpa memikirkan perasaan orang lain.

Manusia modern menurut saya adalah manusia yang mampu berfikir kedepan dan mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin maju.

Tetapi sekarang sudah berbeda,banyak orang beranggapan manusia modern itu yang mengikuti trend seperti pakaian yang semakin sexy,sering ke club malam dan sebagainya yang menurut mereka itu modern ,dan yang tidak seperti itu menurut mereka kuno atau ketinggalan jaman.




Nah sekarang kita bahas tentang budaya ketimuran di indonesia

Sebelumnya kita bahas apa sih budaya itu?

Budaya menurut Saya adalah suatu cara hidup yang berkembang di dalam kelompok masyarakat dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari beberapa unsur termasuk agama,adat istiadat,bahasa,pakaian,bangunan dan karya seni.

Budaya Ketimuran di Indonesia

Indonesia sering dibilang lekat dengan budaya ketimurannya. Mulai dari sopan santun, cara berpakaian, hingga beragam hiburan kerap dibingkai dengan sudut pandang “Timur”.

 Pembedaan “Timur” dan “Barat” amat sering kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Pertanyaan utamanya, “Mengapa harus ada garis tegas yang memisahkan Timur dan Barat? Apakah kita yakin bahwa Indonesia memang se-Timur itu?”

Hampir setiap tahun kita ribut soal bikini Putri Indonesia di ajang Miss Universe. Setiap ada artis yang mengenakan pakaian terbuka di luar negeri, kita mengecamnya karena tidak sesuai dengan adat ke-Timur-an yang kita yakini. Sebagai bangsa, kita sering lupa bahwa menjadi Timur bukan hanya berarti menutup perut dan dada dari mata manusia lainnya.



Saya pernah membaca disebuah artikel ,ada seorang doktor muslimah berhijab diwawancarai wartawan asing yang menyatakan pakaiannya itu tidak mencerminkan pengetahuannya. wartawan itu berkesimpulan jilbab itu simbol keterbelakangan dan kemunduran. Dia menjawabnya dengan cerdas dengan mengatakan manusia dimasa awal hampir telanjang bersamaan dengan perkembangan ilmu pengetahuan mulai mengenakan busana. Apa yang saya kenakan hari ini sebenarnya adalah lambang kecanggihan dan kemajuan berfikir yang telah dicapai manusia berabad abad lamanya. Sumber www.facebook.com



Adapun ketelanjangan yang ada sekarang adalah simbol keterbelakangan dan kembalinya manusia kepada kejahiliaan .

Seandainya ketelanjangan itu simbol kemajuan maka bisa dikatakan para binatang itu telah mencapai puncak peradaban.

Menjadi Timur adalah mengesampingkan keinginan pribadi demi memenuhi ekspektasi masyarakat. Menjadi Timur adalah ketika seseorang berusaha sebaik mungkin menjaga pembawaan diri agar tidak menjadi penyumbang bibit konflik di lingkungannya. Sebuah masyarakat yang Timur akan terus memenuhi kewajiban sosialnya. Bukannya saling acuh satu sama lain.

Apakah masyarakat kita yang kini sering menyelesaikan konflik dengan cacian dan parang, yang bahkan tidak saling kenal dengan tetangga sebelah, yang lebih memilih membayar tukang untuk bersih-bersih di acara kerja bakti komplek masih layak disebut Timur?


Budaya Timur terlalu indah dan kaya untuk diambil hanya sepotong-sepotong saja.



sumber :
facebook.com
https://dinalislam1.files.wordpress.com/2013/11/muslim-marriage.jpg
http://boombastis.com/wp-content/uploads/2015/01/Fakta-Menarik-Ajang-Pemilihan-Miss-Universe-2015-2.jpg
http://assets.kompasiana.com/statics/files/14312639351696513480.jpg?t=o&v=700

Kamis, 08 Oktober 2015



BE GRATEFUL
 
ada sebuah cerita yang menurut saya sangat menginspirasi

Seorang guru memberikan tugas kepada siswanya  untuk menuliskan 7 Keajaiban Dunia.

Tepat sebelum kelas usai siang itu, semua siswa diminta untuk mengumpulkan tugas mereka.
Seorang gadis kecil yang paling pendiam di kelas itu, mengumpulkan tugasnya paling akhir dengan ragu-ragu. 
Tidak ada seorangpun yang memperhatikan hal itu…

Malamnya sang guru memeriksa tugas itu.
Sebagian besar siswa menulis demikian,
Tujuh Keajaiban Dunia:
1. Piramida
2. TajMahal
3. Tembok Besar Cina
4. Menara Pisa
5. Kuil Angkor
6. Menara Eiffel
7. Kuil Parthenon

Lembar demi lembar memuat hal yang hampir sama. 
Beberapa perbedaan hanya terdapat pada urutan penulisan daftar tersebut.
Tapi guru itu terus memeriksa sampai lembar yang paling akhir…
Tapi saat memeriksa lembar yang paling akhir itu, sang guru terdiam.
Lembar terakhir itu milik si gadis kecil pendiam…
Isinya seperti ini :
Tujuh Keajaiban Dunia:
1. Bisa Melihat
2. Bisa Mendengar
3. Bisa Menyentuh
4. Bisa diSayangi
5. Bisa Merasakan
6. Bisa Tertawa, dan
7. Bisa Mencintai…

Setelah duduk diam beberapa saat, sang guru menutup lembaran tugas siswanya.
Kemudian menundukkan kepalanya berdoa...
Mengucap syukur untuk gadis kecil pendiam di kelasnya yang telah mengajarkannya sebuah pelajaran hebat, yaitu:
Tidak perlu mencari sampai ke ujung bumi untuk menemukan keajaiban.
Keajaiban itu ada di sekeliling kita untuk kita miliki dan tak lupa
untuk kita syukuri...

Coba renungkan Ketika kita hidup di gunung, merindukan pantai. Ketika kita hidup di pantai,merindukan gunung.
Kalau kemarau kita bertanya kapan hujan? 
Di musim hujan kita bertanya kapan kemarau?
Diam di rumah, berkeinginan untuk keluar. 
Setelah keluar berkeinginan untuk pulang.
Waktu sunyi mencari keramaian. 
Waktu ramai ingin cari ketenangan.
Ketika bujang mengeluh keinginan untuk menikah. 
Sudah berkeluarga mengeluh belum miliki anak. 
Setelah ada anak, mengeluh biaya hidup.
Ternyata, sesuatu nampak indah karena belum kita miliki..
Bilakah kebahagiaan akan diperoleh kalau kita sentiasa memikirkan
apa yang belum ada, tapi mengabaikan apa yang sudah kita miliki..

Jadilah pribadi yang selalu bersyukur dengan rahmat dan nikmat yang sudah kita miliki..

Mungkinkah selembar daun yang kecil dapat menutup bumi yang luas ini? 
Sedangkan menutup telapak tangan saja pun sudah begitu sukar..
Tapi, kalau daun kecil ini melekat di mata kita, maka tertutuplah bumi dengan daun..
Begitu juga bila hati ditutupi fikiran buruk sekecil apapun, maka kita akan melihat keburukan di mana-mana, bumi ini sekalipun akan
nampak buruk..
Jadi, janganlah menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun yang kecil.
Janganlah menutup hati kita dengan sebuah fikiran buruk, walaupun cuma seujung kuku.
Syukuri apa yang sudah kita miliki, sebagai modal untuk memuliakan-Nya.
Karena hidup adalah, waktu yang dipinjamkan dan amanah yang dipertanggungjawabkan..

Bersyukurlah atas nafas yang masih kita miliki..
Bersyukur atas keluarga yang kita miliki..
Bersyukur atas pekerjaan yang kita miliki..
Bersyukur atas kesehatan yang kita miliki..
Bersyukur atas rahmat dan nikmat yang kita miliki..
Bersyukur dan senantiasa bersyukur di dalam segala hal..

Semoga kita mendapat manfaat dan senantiasa bersyukur.
Alhamdulillah, . . . . bersyukur atas napas yg masih dipinjamkan oleh Allah SWT. Syukuri yg ada agar iman terjaga

ABOUT ME

Foto saya
jakarta, jakarta timur, Indonesia
if asked who i am,i don't know maybe you can judge who i am when met later ,see you in the real world